Saint Mary's Ways
SAINT MAR'S WAYS
sekolah minggu HKBP
Haloo semuanya, kali ini aku membuat blog ini untuk pemenuhan tugas ASAS kolaborasi antara pelajaran INF, Agama, dan Bahasa Inggris. Dalam blog ini, aku akan menceritakan pengalamanku selama mengikuti kegiatan Saint Mary’s Ways atau yang biasa kami sebut SMW. Sebelum masuk ke pengalaman pribadi, aku ingin menjelaskan sedikit tentang apa itu SMW. Jadi, SMW atau Saint Mary’s Ways adalah sebuah kegiatan tahunan yang diadakan oleh sekolah khusus untuk kelas 9. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak siswa belajar berbagi kasih melalui pelayanan, baik itu di gereja, sekolah minggu, maupun di panti asuhan. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok, dan setiap kelompok mendapatkan tempat pelayanan yang berbeda-beda. Kebetulan, kelompokku mendapatkan tugas pelayanan di sekolah minggu HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Bandung Timur.
Untuk memenuhi kegiatan SMW (Saint Mary's Way), kami melakukan pelayanan di sekolah minggu selama tiga minggu berturut-turut. Selama tiga minggu itu, kami membantu kakak-kakak sekolah minggu dalam berbagai hal, seperti membantu mengumpulkan persembahan, menyambut jemaat yang datang, serta memastikan jalannya ibadah berlangsung dengan lancar. Meskipun terlihat sederhana, setiap tugas yang kami lakukan mengajarkan banyak hal berharga.
• See (melihat)
Aku mengikuti sekolah minggu di HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) tidak
sendirian, tetapi bersama dua temanku, yaitu Tiur dan Debora. Kami bertiga menjalankan pelayanan ini bersama-sama, dan tentunya itu membuat pengalaman ini terasa lebih menyenangkan. Pada hari pertama pelayanan, kami masih banyak didampingi oleh kakak-kakak sekolah minggu karena kami masih beradaptasi. Ketika sampai di gereja, kami langsung diberi tugas untuk menyambut jemaat yang akan mengikuti sekolah minggu. Kami berdiri di depan pintu gereja sambil memberikan salam dan senyuman kepada jemaat yang datang. Rasanya menyenangkan melihat mereka datang dengan hati gembira dan menyambut kami dengan penuh sukacita juga.
sendirian, tetapi bersama dua temanku, yaitu Tiur dan Debora. Kami bertiga menjalankan pelayanan ini bersama-sama, dan tentunya itu membuat pengalaman ini terasa lebih menyenangkan. Pada hari pertama pelayanan, kami masih banyak didampingi oleh kakak-kakak sekolah minggu karena kami masih beradaptasi. Ketika sampai di gereja, kami langsung diberi tugas untuk menyambut jemaat yang akan mengikuti sekolah minggu. Kami berdiri di depan pintu gereja sambil memberikan salam dan senyuman kepada jemaat yang datang. Rasanya menyenangkan melihat mereka datang dengan hati gembira dan menyambut kami dengan penuh sukacita juga.
Setelah selesai menyambut jemaat, kami kembali duduk bersama anak-anak sekolah minggu lainnya. Namun, Debora tetap berada dekat kakak sekolah minggu karena ia membantu mengganti slide PPT selama ibadah berlangsung. Ketika masuk ke bagian persembahan, aku, Tiur, dan Debora diberi tugas untuk membantu mengumpulkan persembahan dari para jemaat kecil. Kami melakukannya dengan penuh hati-hati dan rasa tanggung jawab. Setelah selesai mengumpulkan persembahan, kami kembali berdoa bersama-sama, lalu melanjutkan ibadah dengan mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan oleh kakak sekolah minggu.
Hari pertama kegiatan ini benar-benar berkesan bagiku. Aku merasa sangat
senang karena bisa melayani jemaat lain dan mereka juga menyambut kami dengan sangat baik. Dari hari pertama saja, aku sudah belajar banyak hal seperti kerja sama, disiplin, cara melayani dengan hati, dan tentu saja bagaimana berani mengambil tanggung jawab. Pengalaman pertama itu membuatku semakin bersemangat untuk melanjutkan pelayanan di hari-hari berikutnya.
senang karena bisa melayani jemaat lain dan mereka juga menyambut kami dengan sangat baik. Dari hari pertama saja, aku sudah belajar banyak hal seperti kerja sama, disiplin, cara melayani dengan hati, dan tentu saja bagaimana berani mengambil tanggung jawab. Pengalaman pertama itu membuatku semakin bersemangat untuk melanjutkan pelayanan di hari-hari berikutnya.
Pada minggu kedua dan ketiga, kegiatan yang kami lakukan sebenarnya hampir sama seperti minggu pertama, tetapi meskipun begitu, aku tetap melakukannya dengan perasaan senang dan penuh sukacita. Setiap minggu memberikan pembelajaran baru, terutama soal kesabaran, rendah hati, dan bagaimana melayani dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Setiap kali aku datang ke gereja, aku merasa semakin dekat dengan Tuhan dan semakin menikmati pelayanan yang aku lakukan.
• Judge (menilai)
Melalui pelayanan ini, aku belajar bahwa kerendahan hati adalah hal yang sangat penting dalam melayani. Aku belajar untuk tidak sombong dan melakukan setiap tugas dengan tulus, tanpa berharap mendapatkan imbalan apa pun. Pelayanan bukanlah tentang menunjukkan diri, tetapi tentang memberikan hati. Ayat Alkitab yang menurutku cocok dengan nilai rendah hati adalah:
“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu.”
— Yakobus 4:10
– Setia
Pengalaman ini juga memperkuat komitmenku kepada Gereja dan iman kepada Tuhan. Pelayanan membuatku sadar bahwa menjadi murid Kristus bukan hanya tentang berdoa atau mengikuti misa, tetapi juga tentang memberikan diri, waktu, dan tenaga untuk melayani sesama. Ayat yang menurutku menggambarkan kesetiaan adalah:
“Tetaplah setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” — Wahyu 2:10
Aku juga merasa bahwa pelayanan ini adalah wujud kasihku kepada Tuhan dan sesama. Dalam setiap tugas kecil yang kulakukan, aku belajar menempatkan kebutuhan orang lain di atas kepentingan pribadi. Dari hal-hal sederhana, aku bisa melihat bagaimana Tuhan bekerja dan menyertai setiap langkah pelayanan yang aku jalani.
• Act (bertindak)
Perasaanku setelah mengikuti pelayanan ini sungguh senang dan bersyukur. Hal yang paling berkesan bagiku adalah saat menerima tamu, karena di situ aku merasa bisa menunjukkan keramahan dan ketulusan kepada jemaat yang datang. Pelayanan ini juga membawa perubahan dalam diriku. Sebelum SMW, aku tidak terlalu rajin mengikuti sekolah minggu, tetapi setelah terlibat langsung dalam pelayanan, aku menjadi lebih rajin dan bersemangat untuk hadir setiap minggu. Aku juga berharap agar ke depannya aku bisa terus berkembang dan lebih rajin dalam melayani di gereja.
Melalui kegiatan ini, aku tidak hanya belajar tentang pelayanan, tetapi juga belajar tentang diriku sendiri. Pengalaman ini memperluas cara pandangku tentang bagaimana melayani dan bagaimana menjalani iman dengan baik. SMW (Saint Mary's Way) bukan hanya sebuah tugas sekolah, tetapi sebuah pengalaman berharga yang akan aku ingat dalam waktu yang sangat lama.
Mungkin segitu saja blog tentang Saint Mary's Way dari saya maaf bila ada kesalahan kata, Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar